Mahasiswa

Mahasiswa IAI DALWA mengikuti Youth Education and Enterpreneurship Summit (YEES!) di Turki

Pada Jumat-Senin (21-25/9) 2017, Sekali lagi Mahasiswa INI DALWA bisa berkiprah di level Internasional, kali ini M.Ilham Bayhaqi kembali berhasil lolos seleksi kegiatan Youth Education and Enterpreneurship Summit di Istanbul, Turki bersama dengan 50 Mahasiswa lain dari 30 Perguruan Tinggi Se- Indonesia, 30 Mahasiswa Al-Azhar Mesir dan 30 Mahasiswa Indonesia lain yang kuliah di Turki dan sekitarnya.

Konferensi yang baru pertama kali diadakan ini berhasil mendatangkan nama-nama besar sebagai pembicara seperti Yavuz Fettahoğlu, Presiden dari GENC MUSIAD, asosiasi pebisnis terbesar dan terkemuka di Turki sebagai keynote speech pembuka. Kemudian Muhammad Assad (Entrepreneur muda Indonesia dan CEO Rayyan Capital), Ahmad Fuadi (Mega Bestseller Novelist), Murniati Mukhlisin (Wakil Rektor STEI Tazkia dan Penulis Sakinah Finance), Panji Aziz (CEO Isbanban dan Care Indonesia), Ibrahim Malik (YSEALI), dan Renna Zulhizal (I CAN Foundation).

Kegiatan yang diprakarsai oleh komunitas Youth Break the Boundaries ini memiliki tujuan untuk membentuk pemida Indonesia yang memiliki wawasan dan semangat mengejar studi dan  cita-cita yang tinggi, dan juga mencari solusi usaha kreatif dan membentuk enterpreneur berprestasi yang lahir dari pemuda bangsa Indonesia, sehingga dengan dua bekal diatas kita bisa menginspirasi masyarakat Indonesia, berbagi mimpi ke masyarakat di pedalaman serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia dan menunjukkan kepada bangsa Indonesia bahwa kita bisa dan pendidikan tinggi merupakan hak semua masyarakat, sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia tidak boleh lagi diremehkandan dipandang sebelah mata

M.Ilham Bayhaqi selaku salah satu delegasi yang terpilih untuk mengikuti konfrensi ini juga mengungkapkan bahwa “Kita sebagai pemuda harus berani bermimpi, karena seperti pepatah yang sering kita dengar dari guru kita bahwa Pemuda hari ini adalah Pemimpin dimasa mendatang, jika bermimpi saja kita tidak berani, bagaimana kita mau berani bersaing dalam kompetisi kehidupan yang lebih ketat”.

Dan dia juga berharap agar Mahasiswa INI DALWA berani untuk memiliki cita-cita besar, karena tidak ada yang tidak mungkin didunia ini, kampus kita mungkin tidak semaju kampus mereka yang berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri, namun dengan ilmu agama yang kita dapat di Pesantren harusnya membuat kita memiliki nilai lebih dan keunikan yang bisa bersaing d era Globalisasi.

Ketika ditanya, apa tips dan trik agar bisa mengikuti Event Internasional, ia menjawab “Yang terpenting adalah kita harus banyak membaca dan menulis sebuah karya ilmiah, esai maupun paper. Juga berani untuk mengikuti seleksi dan jangan pernah bosan dengan kegagalan. Kegagalan memang terkadang membuat kita sumpek dan terpuruk, belum lagi ketika kita gagal dalam seleksi, saya sendiri sudah lebih dari 10 kali gagal lolos dalam seleksi event Internsional, tapi ya dijalanin aja, ditawasulin aja dan dishalawatin aja” tutur M.Ilham Bayhaqi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *